Selasa, 14 November 2017

APA itu AUDIT?

Audit bukanlah hal yang aneh yang pernah kudengar sebelumnya, iya karna aku sejak SMK mengambil jurusan akuntansi jadi bukanlah hal asing mendengar kata A U D I T. 
Tapi awalnya yang aku tahu AUDIT itu pemeriksaan, ya entah apa itu lah ya... nah setelah kuliah aku jadi tau apa itu audit. nih ya 
Audit adalah pemeriksaaan yang dilakukan oleh lembaga yang independen terhadap laporan keuangan dan aktivitas yang di lakukan oleh manajemen untuk memperjelas informasi tersebut. itu sih seingat aku ya,, sekarang ini pengertian audit menurut ahli ya
menurut:

PSAK 2006 
Audit adalah suatu proses sistematis yang secara objektif memperoleh serta mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang aktivitas ekonomi untuk lebih meyakinkan tingkat keterkaitan hubungan antara asersi atau pernyataan dengan kenyataan kriteria yang sudah ditetapkan dan menyampaikann hasilnya kepada pihak yang memiliki kepentingan.

Sukrisno Agoes : 1996:01
Audit merupakan suatu pemeriksaan terhadap laporan yang sudah disusun oleh manajemen serta catatan catatan pembukuan disertai bukti bukti pendukung yang dilakukan secara sistematik dan kritis oleh pihak yang independen, yang bertujuan bisa memberikan suatu pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

Arens dan Loebbecke : 1996:1
Arens dan Loebbecke memberikan definisi bahwa Audit adalah suatu proses pengumpulan serta pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang bisa diukur mengenai entitas bisnis yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk bisa menentukan serta melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

jadi sudah tahu kan apa itu audit. semoga bermanfaat :)

Sabtu, 23 November 2013

MISTERI PLANET MARS

Misteri Planet Mars

Berikut ini adalah beberapa gambar makhluk yang terdapat di Planet Mars yang terekam oleh kamera "NASA"

  

Mars dikenal sebagai "bintang api" oleh astronom kuno China. Peneliti masa kini sering menyebutnya sebagai planet merah.
Meskipun puluhan wahana ruang angkasa telah dikirimkan ke Mars, masih banyak hal yang menjadi teka-teki dan memunculkan pertanyaan mengenai planet tersebut. Inilah beberapa misteri Planet Mars yang menarik disimak, seiring dengan rencana NASA meluncurkan wahananya, Mars Science Laboratory Curiosity, ke sana pada 25 November mendatang.

1. Mengapa Mars memiliki dua wajah berbeda? Para peneliti sejak lama bertanya-tanya mengapa dua sisi Planet Mars memiliki perbedaan yang mencolok? Belahan utara Mars bisa dikatakan datar dan berupa dataran rendah, bahkan termasuk salah satu permukaan paling datar, paling halus di tata surya. Kondisi itu barangkali terbentuk oleh air yang diduga pernah mengalir di permukaan planet merah. Sementara itu, kebalikannya, belahan selatan Mars memiliki permukaan yang terjal, berkawah, dan sekitar 4 km hingga 8 km lebih tinggi dibanding belahan utara. Bukti-bukti terkini memunculkan perkiraan bahwa perbedaan antara sisi utara dan selatan Mars itu diakibatkan oleh batu raksasa dari ruang angkasa yang menghantam Mars pada masa lalu.

2. Dari mana asal gas metana di Mars?

Metana—molekul organik paling sederhana—pertama kali ditemukan di atmosfer Mars oleh wahana Mars Express milik Badan Antariksa Eropa pada tahun 2003. Di Bumi, sebagian besar gas metana di atmosfer dihasilkan oleh makhluk hidup. Gas metana diduga sudah ada di atmosfer Mars sejak 300 tahun lalu. Artinya, apa pun sumbernya, keberadaan gas tersebut belum lama.

Meski begitu, gas metana bisa juga muncul di luar kehidupan, seperti misalnya dari aktivitas vulkanik. Wahana ExoMars milik ESA yang akan diluncurkan pada 2016 bakal meneliti komposisi kimia atmosfer Mars dan mempelajari keberadaan metana di sana.

3. Di manakah lautan Mars?

Banyak misi ke Mars menemukan bukti-bukti bahwa planet tersebut pernah memiliki kondisi cukup hangat sehingga air tidak membeku dan bisa mengalir di permukaannya. Bukti-bukti itu antara lain berupa wilayah yang seperti bekas lautan, jaringan-jaringan lembah, delta-delta sungai, dan sisa-sisa mineral yang seolah terbentuk oleh air.

Meski begitu, pemodelan iklim Mars belum bisa menjelaskan bagaimana temperatur hangat itu bisa terjadi, mengingat cahaya Matahari jauh lebih lemah dahulu. Ada dugaan, bentuk-bentuk di atas terbentuk bukan oleh air, melainkan oleh angin atau mekanisme lain. Namun masih tetap ada bukti bahwa Mars pernah cukup hangat untuk mendukung keberadaan air dalam bentuk cair, setidaknya di satu tempat di permukaannya.

4. Apakah ada air mengalir di permukaan Mars saat ini?

Meski sebagian besar bukti menunjukkan bahwa air pernah mengalir di permukaan Mars, masih menjadi teka-teki apakah masih ada air yang mengalir di permukaan planet tersebut saat ini. Tekanan atmosfer Mars terlalu rendah, sekitar satu per seratus tekanan di Bumi sehingga air sulit berada di permukaannya. Namun ada jalur gelap dan sempit di lereng-lereng Mars yang memunculkan dugaan bahwa ada air yang mengalir tiap musim semi.

5. Apakah ada kehidupan di Mars?

Wahana pertama yang berhasil mendarat di Mars, Viking 1 milik NASA, memunculkan teka-teki yang masih misterius saat ini: Adakah bukti kehidupan di Mars? Viking adalah wahana yang secara khusus ditugaskan untuk mencari kehidupan di Mars, dan apa yang ditemukan masih menjadi perdebatan hingga hari ini. Wahana itu telah menemukan adanya molekul organik seperti metil klorida dan dichloromethane. Walau demikian, senyawa-senyawa itu bisa jadi merupakan kontaminasi dari Bumi yang terbawa saat wahana bersiap meluncur di Bumi. Permukaan Mars sendiri sangat tidak bersahabat bagi makhluk hidup dalam hal suhu yang sangat rendah, radiasi, kondisi kering, dan faktor-faktor lain. Walau begitu, ada makhluk-makhluk hidup yang bisa bertahan di lingkungan ekstrem di Bumi, seperti di Lembah Kering Antartika yang dingin dan kering, atau wilayah amat kering di Gurun Atacama di Cile. Secara teori, selalu ada kehidupan, seperti ada air dalam bentuk cair di Bumi. Kemungkinan pernah adanya lautan di Mars memunculkan pertanyaan apakah pernah ada kehidupan di sana. Bila ada, apakah sampai saat ini makhluk-makhluk hidup itu tetap eksis? Jawaban atas pertanyaan itu mungkin membantu memberikan sedikit pencerahan terhadap pertanyaan seberapa umumkah kehidupan di jagat raya.

6. Apakah kehidupan di Bumi berawal dari Mars?

Meteorit yang ditemukan di Antartika dan berasal dari Mars—terlempar dari planet merah akibat tabrakan kosmis—memiliki struktur serupa dengan batuan yang dihasilkan mikroba di Bumi. Meski penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa struktur itu terbentuk karena proses kimia dan bukan biologi, perdebatan mengenai Mars sebagai asal-usul kehidupan di Bumi masih berlanjut. Beberapa orang masih memegang teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari Mars, dan terbawa ke Bumi bersama meteorit.

7. Bisakah manusia hidup di Mars?

Untuk menjawab apakah kehidupan pernah ada atau masih ada di Mars, barangkali manusia perlu pergi ke sana dan mencarinya sendiri.

Pada tahun 1969, NASA pernah merencanakan misi berawak ke Mars pada tahun 1981 dan membangun stasiun permanen di sana tahun 1988. Namun perjalanan antarplanet itu ternyata menghadapi tantangan ilmiah dan teknologi yang tidak kecil.

Para ilmuwan harus mengatasi berbagai masalah perjalanan antarplanet, seperti makanan, air, oksigen, efek gravitasi mikro, kemungkinan radiasi yang berbahaya, dan kenyataan bahwa astronot yang pergi ke sana akan berada jutaan kilometer dari Bumi sehingga tidak mudah untuk mendapat bantuan bila terjadi sesuatu. Selain itu, mendarat, bekerja, dan hidup di planet lain lalu kembali ke Bumi bukan perkara mudah.

Meski begitu, banyak peneliti yang ingin melakukan misi itu. Tahun ini, enam sukarelawan hidup terisolasi seolah sedang berada dalam wahana ruang angkasa selama 520 hari dalam proyek yang disebut Mars500. Simulasi penerbangan ruang angkasa terlama ini bertujuan untuk meniru perjalanan ke Mars. Banyak sukarelawan bahkan bersedia diterbangkan ke Mars meski kemungkinan tidak bisa kembali. Berbagai rencana juga dibuat, misalnya dengan mengirimkan mikroba pemakan batu terlebih dahulu, sebelum manusia didatangkan. Teka-teki mengenai apakah manusia akan pernah menjejakkan kaki ke Mars memang masih tergantung pada alasan, mengapa kita harus mencoba menjelajahi planet merah itu.

 

Selasa, 12 November 2013

HUKUM KEPLER

 Hukum Kepler,

Di dalam astronomi, tiga Hukum Gerakan Planet Kepler adalah:
  • Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, Matahari berada di salah satu fokusnya.
  • Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama.
  • Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.
Ketiga hukum di atas ditemukan oleh ahli matematika dan astronomi Jerman Johannes Kepler, (1571–1630), yang menjelaskan gerakan planet di dalam tata surya. Hukum di atas menjabarkan gerakan dua benda yang saling mengorbit.
Karya Kepler didasari oleh data pengamatan Tycho Brehe, yang diterbitkannya sebagai 'Rudolphine tables'. Sekitar tahun 1605, Kepler menyimpulkan bahwa data posisi planet hasil pengamatan Brahe mengikuti rumusan matematika cukup sederhana yang tercantum di atas.
Hukum Kepler mempertanyakan kebenaran astronomi dan fisika warisan zaman Arestoteles dan Ptolemeoes.  Ungkapan Kepler bahwa Bumi beredar sekeliling, berbentuk elips dan bukannya epicycle, dan membuktikan bahwa kecepatan gerak planet bervariasi, mengubah astronomi dan fisika. Hampir seabad kemudian, Isaac Newton mendeduksi Hukum Kepler dari rumusan hukum karyanya, hukum gerak dan hukum gravitasi Newton, dengan menggunakan Euclidean geometri klasik.
Pada era modern, hukum Kepler digunakan untuk aproksimasi orbit satelit dan benda-benda yang mengorbit Matahari, yang semuanya belum ditemukan pada saat Kepler hidup (contoh: planet luar dan asteroid). Hukum ini kemudian diaplikasikan untuk semua benda kecil yang mengorbit benda lain yang jauh lebih besar, walaupun beberapa aspek seperti gesekan atmosfer (contoh: gerakan di orbit rendah), atau relativitas (contoh: prosesi preihelion merkurius), dan keberadaan benda lainnya dapat membuat hasil hitungan tidak akurat dalam berbagai keperluan.

HUKUM PERTAMA
(ilustrasi hukum keler pertama)
"Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, Matahari berada di salah satu fokusnya."
Pada zaman Kepler, klaim di atas adalah radikal. Kepercayaan yang berlaku (terutama yang berbasis teori epicycle) adalah bahwa orbit harus didasari lingkaran sempurna. Pengamatan ini sangat penting pada saat itu karena mendukung pandangan alam semesta menurut Kopernikus. Ini tidak berarti ia kehilangan relevansi dalam konteks yang lebih modern.
Meski secara teknis elips yang tidak sama dengan lingkaran, tetapi sebagian besar planet planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah, jadi secara kasar bisa dibilang mengaproksimasi lingkaran. Jadi, kalau ditilik dari pengamatan jalan edaran planet, tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips. Namun, dari bukti perhitungan Kepler, orbit-orbit itu adalah elips, yang juga memeperbolehkan benda-benda angkasa yang jauh dari Matahari untuk memiliki orbit elips. Benda-benda angkasa ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi, seperti komet dan asteroid. Sebagai contoh, Pluto, yang diamati pada akhir tahun 1930, terutama terlambat diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya.

HUKUM KEDUA
 
(ilustrasi hukum kepler kedua)
"Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama."
Secara matematis:
\frac{d}{dt}(\frac{1}{2}r^2 \dot\theta) = 0
dimana \frac{1}{2}r^2 \dot\theta adalah "areal velocity".

HUKUM KETIGA

Planet yang terletak jauh dari Matahari memiliki perioda orbit yang lebih panjang dari planet yang dekat letaknya. Hukum Kepler ketiga menjabarkan hal tersebut secara kuantitatif.

"Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari."
Secara matematis:
 {P^2} \propto  {a^3}
dengan P adalah perioda orbit planet dan a adalah sumbu semimajor orbitnya.
Konstant proporsionalitasnya adalah semua sama untuk planet yang mengedar Matahari.
\frac{P_{\rm planet}^2}{a_{\rm planet}^3} = \frac{P_{\rm earth}^2}{a_{\rm earth}^3}.

MACAM-MACAM MAJAS dan CONTOHNYA

MACAM-MACAM MAJAS

1.     Klimaks, gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh:
-        Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman dan harapan.
-        Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.

2.     Antiklimaks, gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun. Contoh:
-        Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya
-        Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.

3.     Paralelisme, gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh:
-        Jika kamu minta, aku akan datang
-        Cinta adalah pengertian Cinta adalah kesetiaan Cinta adalah rela berkorban.
  
4.     Antitesis, gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh:
-        Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
-        Hidup matinya manusia di tangan Tuhan.

5.     Repetisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Contoh:
-        Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
-        Seumpama eidelwis akulah cinta abadi
Seumpama merpati akulah kesetiaan yang tidak pernah ingkar janji

6.     Epizeuksis, repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut. Contoh:
-        Kita harus bekerja, bekerja dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita.
-        Kasihanilah, kasihanilah, sekali lagi kasihanilah orang tuamu yang telah mengorbankan segala harta benda buat membelanjai sekolah kalian.

7.     Tautotes, repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi. Contoh:
-        Kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru
-        Kakanda mencintai adinda, adinda mencintai kakanda, kakanda dan adinda saling mencintai, adinda dan kakanda menjadi satu.

8.     Anafora, repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis. Contoh:
-        Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa
-        Berdosakah dia menyenangi dan mencintaimu? Berdosakah dia selalu memimpikan dan merindukanmu?

9.     Epistrofora, repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh:
-        Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi, Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi
-        Bahasa resmi adalah bahasa Indonesia
Bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia
Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia
Bahasa kebanggaan adalah bahasa Indonesia
10.  Simploke, repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut. Contoh:
-        Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.
-        Kau katakan aku wanita pelacur. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku wanita mesum. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku sampah masyarakat. Aku katakan biarlah.
Kau katakan aku penuh dosa. Aku katakan biarlah.

11.  Mesodiplosis, repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan. Contoh:
-        Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.
-        Anak merindukan orang tua.
Orang tua merindukan anak.

12.  Epanalepsis, pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.Contoh:
-        Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.
-        Saya akan tetap berusaha mencapai cita-citanya saya.

13.  Anadiplosis, kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya. Contoh:
-        Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati: ah tak apa jua yang ada.
-        Dalam mata ada kaca.
Dalam kaca ada adinda.
Dalam adinda ada asa.
Dalam asa ada cinta.

14.  Aliterasi, gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh:
-        Keras- keras kena air lembut juga
-        Dara damba daku
datang dari danau
Duga dua duka
Diam di diriku

15.  Asonansi, gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh:
-        Ini luka penuh luka siapa yang punya
-        Muka muda mudah muram

16.  Anastrof atau Inversi, gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh:
-        Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
-        Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.

17.  Apofasis atau Preterisio, gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh :
-        Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang Negara
-        Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar.

18.  Apostrof, gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. Contoh :
-        Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan
-        Wahai dewa yang agung lepaskan kami dari cengkraman durjana.

19.  Asindeton, gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh :
-        Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
-        Hasil utama Tanah Karo adalah jeruk, nenas, kentang, kol, tomat, bawang, sayur putih, jagung, padi.

20.  Polisindeton, gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. Contoh:
-        Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dantak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?
-        Istri saya menanam nangka dan jambu dan cengkeh dan pepaya di pekarangan rumah kami.

21.  Kiasmus, gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya. Contoh :
-        Semua kesabaran  kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.
-        Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya

22.  Elipsi, gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh :
-        Risalah derita yang menimpa ini.
-        Mereka ke Jakarta minggu yang lalu. (penghilangan predikat : pergi, berangkat).

23.  Eufimisme, gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan. Contoh :
-        Anak ibu lamban menerima pelajaran
-        Tunarungu pengganti tuli, tidak dapat mendengar

24.  Litotes, gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Contoh :
-        Mampirlah ke gubukku!
-        Maklumlah setiap hari saya harus mencari sesuap nasi

25.  Histeron Proteron, gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar. Contoh :
-        Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailahia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya
-        Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami.

26.  Pleonasme, gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh :
-        Darah merah membasahi baju dan tubuhnya
-        Mari naik keatas agar dapat melihat pemandangan.

27.  Tautologi, gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.Contoh :
-        Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
-        Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.



28.  Parifrasis, gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya. Contoh :
-        Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu
-        Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).

29.  Prolepsis atau Antisipasi, gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata- kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi. Contoh :
-        Kedua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.
-        Aku melonjak kegirangan karena mendapat peringkat satu

30.  Erotesis atau Pertanyaan Retoris,  pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh :
-        inikah yang kau namai bekerja?
-        Tegakah engkau membiarkan daku kesakitan?


31.  Silepsis dan Zeugma, gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh :
-        ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
-        Dia telah kehilangan kursi sehingga di menjadi hilang akal

32.  Koreksio atau Epanortosis, gaya bahasa yang mula- mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.Contoh:
-        Silakan pulang saudara- saudara, eh maaf, silakan makan.
-        Silahkan masuk eh maksudnya silahkan pergi

33.  Hiperbola, gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.Contoh:
-        Kita berjuang sampai titikdarah  penghabisan
-        Cinta menyetrum kedua anak muda itu sehingga mereka kehilangan kendali.

34.  Paradoks. gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh:
-        Dia besar tetapi nyalinya kecil.
-        Dia orang kaya tetapi sangat miskin

35.   Oksimoron, gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh:
-        Keramah-tamahan yang bengis
-        Uang membuat kita kaya tetapi tak selamanya membuat kita bahagia.

36.  Asosiasi atau Simile, gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. Contoh :
-        Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam
-        Senyum beta laksana arca

37.  Metafora, gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama. Contoh :
-        Jantung hatinya hilang tiada berita
-        Aku adalah angin yang kembara.

38.  Alegori, gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam. Contoh :
-        Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
-        Cerita Adam dan Hawa

39.  Parabel, gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba didalamnya. Contoh :
-        Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar.
-        yang berperan binatang dan mengenai kehidupan sehari –hari.

40.  Personifikasi, gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. Contoh :
-        Hujan itu menari-nari di atas genting
-        Angin membelai wajah Rani yang sedang tertidur pulas di bale-bale.

41.  Alusi, gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa. Contoh :
-        Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya
-        Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.
42.  Eponim, gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentusehingga  nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu. Contoh :
-        Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.
-        Putrid malammenyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara.

43.  Epitet, gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau cirri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal. Contoh :
-        Lonceng pagi untuk ayam jantan.
-        Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.


44.  Sinekdoke
a.      Pars Pro Tato, gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh :
-        Saya belum melihat batang hidungnya

b.      Totem Pro Parte, gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh :
-        Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

45.  Metonimia, gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh:
-        Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah
-        Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)

46.  Antonomasia, gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh :
-        Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
-        Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.

47.  Hipalase, gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh :
-        ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya
-        Ia duduk pada bangku yang gelisah.

48.  Ironi, gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh :
-        Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?
-        ia itu cantik, persis seperti wajah pembantuku yang dungu itu.”

49.  Sinisme, gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam. Contoh :
-        Harum bener baumu pagi ini
-        Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

50.   Sarkasme, gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Contoh :
-        Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga
-        Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!

51.   Satire, ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh :
-        Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
-        Jemu aku dengan bicaramu.
Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
Sudah sepuluh tahun engkau bicara
Aku masih tak punya celana

52.  Nuendo, gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh :
-        Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasijabatannya
-        Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.

53.  Antifrasis, gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untukmenangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya. Contoh:
-        Engkau memang orang yang mulia dan terhormat
-        Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol).

54.  Pun atau Paronomasia, kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi. Contoh:
-        Tanggal satu gigi saya tinggal satu
-        Tanggal tiga tinggal 3tiga tugasku.

55.  Simbolik, gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang. Contoh :
-        Keduanya hanya cinta monyet.
-        Orang itu seperti bunglon

56.  Tropen, gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang. Contoh:
-        Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.
-        kebakaran segera di padamakan
57.  Alusio, gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan. Contoh :
-        Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?
-        Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?

58.   Interupsi, gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh :

-        Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
-        Pak Karno kepala desaku sangat baik.

59.  Eksklmasio, gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh:
-        Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
  
60.  Enumerasio, beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak dengan jelas. Contoh :
-        Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang- bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
-        Laut tenang diatas permadni biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan.

61.   Kontradiksio Interminis, gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya. Contoh:
-        semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
-        Hari ini semaua siswa mengerjakan PR kecuali Sinta.

62.  Anakronisme, gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh :
-        dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali
-        setelah lahir bayi itu berbicara dengan ibunya

63.  Okupasi, gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar. Contoh:
-        Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.
-        Merokok memang mempercepat proses kematian. Tetapi si perokok tak mau menghentikannya. Akibatnya bermunculan pabrik-pabrik rokok

64.  Resentia, gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan. Contoh:
-         “Apakah ibu mau….?”
-        “kapankah ayah ingin….?”


65.  Enumerasio, beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak dengan jelas. Contoh :
-        Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang- bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
-        Laut tenang diatas permadni biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan.

66.   Kontradiksio Interminis, gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya. Contoh:
-        semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
-        Hari ini semaua siswa mengerjakan PR kecuali Sinta.
  
67.  Anakronisme, gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh :
-        dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali
-        setelah lahir bayi itu berbicara dengan ibunya

68.  Okupasi, gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar. Contoh:
-        Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

-        Merokok memang mempercepat proses kematian. Tetapi si perokok tak mau menghentikannya. Akibatnya bermunculan pabrik-pabrik rokok